‎Beben Suhendar: Pemuda Jonggol Bukti Kepedulian Sosial Tak Perlu Instruksi ‎

JONGGOL//MEDIA SUARA INDONESIA.ID//– Suasana Malam di Kecamatan Jonggol berubah menjadi lautan solidaritas. Aksi penggalangan dana bertajuk “Ngamal” (Ngamen sambil Beramal) yang digagas Forum Pemuda Jonggol Bersatu (FPJB) sukses menyedot perhatian publik, Sabtu (10/1) malam.

‎Puncaknya, kehadiran tokoh masyarakat bogor timur sekaligus anggota DPRD Kabupaten Bogor, H. Beben Suhendar, SH, MM, membuat suasana semakin bergelora.

‎Tak sekadar hadir sebagai tamu kehormatan, H. Beben Suhendar benar-benar “turun gunung”. Ia naik ke panggung, menyumbangkan suara, dan berbaur langsung dengan pemuda serta warga yang memadati lokasi. Aksi spontan tersebut sontak memantik antusiasme dan memperkuat semangat donasi untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera.

‎Ketua Pelaksana Ngamal, Eka Prasetya Utomo Wisesa, menyebut kehadiran politisi senior itu menjadi energi besar bagi gerakan kemanusiaan yang digelar dengan persiapan singkat tersebut.

‎“Malam ini luar biasa. Kehadiran Pak Haji Beben bukan hanya simbol dukungan, tapi bukti nyata bahwa tokoh masyarakat mau berdiri sejajar dengan pemuda. Saat beliau ikut bernyanyi di panggung, masyarakat semakin tergerak untuk berdonasi,” ujar Eka di sela acara.

‎Dalam sambutannya, H. Beben Suhendar mengapresiasi kecepatan dan kepekaan sosial pemuda Jonggol yang mampu merespons bencana nasional tanpa menunggu komando. Ia menegaskan bahwa gerakan akar rumput seperti Ngamal adalah wajah sejati solidaritas Indonesia.

‎‎“Pemuda Jonggol menunjukkan bahwa kepedulian tidak butuh kemewahan. Yang dibutuhkan adalah hati, keberanian bergerak, dan kebersamaan. Inilah identitas pemuda yang harus terus dijaga,” tegasnya.

‎‎Acara yang berlangsung hingga pukul 23.00 WIB ini diwarnai berbagai penampilan seni ngamen kreatif. Dana yang terkumpul berasal dari warga, pemuda, hingga kolektif ormas dan OKP. Seluruh hasil donasi langsung diserahkan malam itu juga melalui Kecamatan Jonggol sebagai jalur resmi penyaluran ke wilayah terdampak bencana.

‎Eka menambahkan, dukungan dari unsur Muspika, tokoh masyarakat, dan DPRD menjadi sinyal kuat bahwa Jonggol memiliki modal sosial besar untuk masa depan.

‎“Malam ini Jonggol berbicara. Dengan kebersamaan dan dukungan semua pihak, kami ingin pemuda menjadi pelopor. Jonggol hadir, Jonggol peduli, Jonggol bersaudara dengan Aceh,” pungkasnya.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup