Beberapa Oknum Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Diduga Setrum Tahanan Agar Mengaku

Pekanbaru // mediasuaraindonesia.id / Beberapa tahanan narkoba yang kini mendekam di tahanan narkoba Polresta Pekanbaru sangat memperihatinkan, terutama JOH.P, dan DW yang ditahan sejak 9 Maret 2026 lalu kondisi mereka semakin pilu akibat dugaan rekayasa hukum yang memaksa mereka untuk menanggung melalui tindakan jeji yang diduga dilakukan oleh oknum polisi.

Salah satu dari tim kuasa saat dikonfirmasi oleh tim media membenarkan hal tersebut, tidak mau disebut namanya mengatakan bahwa JOH, dan DW kini sedang tertimpa nasib yang memilukan oleh bencana hukum yang diduga kuat direkayasa oleh oknum tersebut.

Terutama JOH yang ditangkap puluhan orang menggunakan 3 unit mobil tanggal 9 Maret lalu, langsung disergap tanpa menunjukkan surat tugas ataupun tanda pengenal, Ia langsung dirobohkan oleh tendangan bebas dan pukulan secara bergiliran dari orang yang tidak ia kenal tersebut. Namun beberapa diantara mereka ada yang ia kenal adalah anggota kepolisian resort Polresta Pekanbaru.”terangnya”.
Namun menurut JOH ia diboyong ke kosan untuk menjemput DW temannya, lalu mereka dibawa ke Polresta, ia dibawa kedalam ruangan untuk menjalani siksaan ronde berikutnya. Bahkan dipaksa mengakui barang jenis sabu sebagai miliknya setelah di setrum dalam keadaan mata tertutup dihadapan Kasatresnarkoba.’tuturnya menirukan keterangan JOH”.

Kami sudah berupaya dan terus berupaya, terutama meminta keterangan yang sebenarnya kepada JOH dan DW, juga pihak lain yang kami rasa perlu, termasuk pendekatan kepada penyidik atas penyelesaian peristiwa yang memilukan ini, meminta pengembalian 2 unit mobil rongsok milik JOH yang turut diangkut secara brutal saat penangkapan, dan alhamdulillah telah dipulangkan.”

Selain itu juga kami telah menyampaikan permohonan pemeriksaan ulang terhadap JOH dan DW, agar sangkaan atau dugaan rekayasa hukum terhadap diri mereka bisa benar-benar berkeadilan, termasuk penghentian penyidikan (SP3) atas sangkaan dari keterangan keterangan dibawah tekanan tersebut. Dan semua itu tengah kami tunggu oleh dan untuk kesadaran nurani dan aturan hukum yang adil ” sambungnya”.

Selain itu beberapa utusan tim jurnal yang mengkonfirmasi keluarga JOH melalui anaknya menyampaikan kalimat yang lebih mengguncang jiwa manusia, dimana ia menyampaikan kesedihan yang dialami ayah yang satu satunya tulang punggung keluarga karena ibunya meninggal, bahkan ia menyampaikan mereka terancam putus sekolah, bahkan saat ini kebutuhan nafkah jelas terancam kelaparan. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup