Satgas TMMD ke-127 Kodim 1015/Sampit Dampingi Warga Kembangkan UMKM Kripik di Telaga Antang

KOTIM, MEDIASUARAINDONESIA.ID – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang dilaksanakan Kodim 1015/Sampit kembali menunjukkan perannya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, Satgas TMMD juga membantu warga Desa Bukit Indah, Kecamatan Telaga Antang, mengembangkan usaha mikro berupa produksi kripik tempe dan kripik pare, Kamis (26/02/2026).
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa TMMD bukan sekadar membangun jalan atau jembatan, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi melalui penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Anggota Satgas turut mendampingi warga mulai dari proses pembuatan, pengemasan, hingga strategi pemasaran produk agar memiliki daya saing di pasaran.
Serka Nandir, anggota Satgas TMMD Kodim 1015/Sampit, mengatakan pendampingan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI dalam membantu masyarakat meningkatkan taraf hidup.
“Kami ingin masyarakat desa tidak hanya terbantu dengan pembangunan fisik, tetapi juga memiliki peluang ekonomi yang nyata. Pemberdayaan seperti ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat wirausaha dan meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari rampungnya sasaran fisik, tetapi juga dari besarnya manfaat yang dirasakan langsung masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Salah seorang warga mengaku sebelumnya kripik tempe dan kripik pare hanya dipasarkan di sekitar kampung. Namun, melalui pendampingan Satgas, mereka kini belajar membuat kemasan yang lebih menarik serta menjaga kualitas produk agar bisa dipasarkan lebih luas.
“Biasanya kami jual hanya di sekitar kampung. Sekarang diajari cara membuat kemasan menarik dan menjaga kualitas supaya bisa dijual lebih luas. Ini sangat membantu ekonomi keluarga,” tuturnya.
Program pendampingan UMKM ini menjadi wujud nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam membangun desa secara berkelanjutan.
Melalui TMMD ke-127 Kodim 1015/Sampit, semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi di pedesaan pun semakin tumbuh dan berkembang.
(Ket)




