Dulu Pentolan Aktivis 98 yang Kerap Ditangkap, Kini Habiburokhman Jadi ‘Bos’ Hukum di Parlemen!
Perjalanan hidup seseorang seringkali penuh dengan kejutan. Siapa sangka, sosok yang puluhan tahun lalu kerap keluar-masuk tahanan karena memimpin demonstrasi menuntut reformasi 98, kini justru menjadi orang nomor satu yang memimpin pengawasan hukum di Indonesia. Dialah Habiburokhman, S.H., M.H., yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi III DPR RI periode 2024–2029.
Jejak Aktivis 98: Nyali di Atas Aspal
Bagi Habiburokhman, perjuangan bukan sekadar kata-kata. Lahir di Metro, Lampung, pada 17 September 1974, ia adalah tipikal aktivis yang turun langsung ke jalan. Di masa-masa krusial tahun 1998, namanya dikenal sebagai salah satu pentolan aktivis mahasiswa yang berani berhadapan dengan kekuasaan.
Kekritisannya saat memimpin aksi demonstrasi menuntut Presiden Soeharto mundur menjadikannya target aparat. Berkali-kali ditangkap dan ditahan tak menyurutkan langkahnya. Pengalaman di balik jeruji besi justru menjadi sekolah nyata baginya untuk memahami betapa pentingnya keadilan hukum bagi rakyat kecil.
Pengacara Rakyat dan Advokat Politik
Setelah era reformasi, Habib memilih jalur hukum untuk melanjutkan perjuangannya. Pada tahun 2005, ia mendirikan Serikat Pengacara Rakyat (SPR). Fokusnya jelas: membela hak-hak rakyat melalui jalur hukum formal, termasuk melalui gugatan class action.
Tak hanya menjadi pembela publik, Habib juga dikenal sebagai “advokat politik” yang memiliki intuisi tajam dalam dinamika nasional. Ia terlibat dalam tim hukum untuk tokoh-tokoh besar, mulai dari Jokowi-Ahok pada Pilgub DKI 2012, hingga menjadi Direktur Advokasi Tim Kampanye Prabowo-Hatta pada Pilpres 2014. Perannya semakin menonjol saat ia memimpin Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) dalam Pilkada DKI 2017.
Puncak Pengabdian di Senayan
Kini, Habiburokhman tidak lagi berada di barisan demonstran, melainkan duduk di meja pimpinan sebagai Ketua Komisi III DPR RI. Dengan bekal gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Sebelas Maret (UNS), ia kini menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan terkait hukum, hak asasi manusia, dan keamanan nasional.
Selain memimpin Komisi III, ia juga dipercaya sebagai Ketua Fraksi Gerindra di MPR RI. Perjalanan kariernya menjadi bukti nyata bahwa keberanian yang didasari oleh kecerdasan intelektual dapat membawa seseorang menempati posisi kunci dalam menentukan arah bangsa.
Bagi Habiburokhman, jabatan Ketua Komisi III adalah amanah besar. Pengalamannya sebagai aktivis jalanan dan praktisi hukum selama bertahun-tahun diharapkan menjadi kompas moral dalam mengawal penegakan hukum yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia—sebuah cita-cita yang telah ia perjuangkan sejak masa reformasi 98.
Sumber: Wikipedia
#Habiburokhman #Aktivis98 #KomisiIIIDPR #TokohHukum #Reformasi98 #Gerindra #ParlemenIndonesia





