
URL Berhasil Disalin
Menu
Informasi Lainnya
Warga Keluhkan Jalan Kotor dan Berdebu Akibat Proyek Pembangunan Perumahan Pesona Kahuripan
Cileungsi, Bogor // mediasuaraindonesia,id / Warga mengeluhkan kondisi jalan yang kotor dan berdebu akibat adanya proyek pengangkutan material tanah dumtruk untuk pengurugan di perumahan pesona Kahuripan yang melintasi jalan rumah warga dikampung Cipecang Desa Cipecang kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (18/4/2026)
Debu yang berterbangan dinilai mengganggu kenyamanan dan membahayakan kesehatan terutama bagi pengguna jalan dan warga sekitar.
Keluhan warga inisial AN (45) mengatakan, “material proyek seperti tanah kerap tercecer kebadan jalan sehingga menimbulkan debu beterbangan dan mengganggu jarak pandang pengendara.
“Debunya parah, jalan jadi kotor, kaca rumah warga juga jadi kotor, kalau hujan juga malah jadi licin.”keluh warga
Selain mengganggu aktivitas, warga juga kwatir debu dapat berdampak buruk bagi kesehatan, kami berharap pihak pelaksana proyek lebih memperhatikan aspek kebersihan dan keselamatan lingkungan sekitar, “ungkapnya
Warga meminta agar pihak pengelola proyek melakukan penyiraman jalan secara rutin serta memastikan kendaraan tidak membawa material berlebihan yang dapat tercecer dijalan umum, minimal jalan disiram dan dibersihkan, jangan dibiarkan kotor dan berdebu, “pinta warga
Kepala Desa Cipeucang, Gopur Atmaja, saat dikonfirmasi awak Media 17/4/2026 menyampaikan memang benar keluhan warga terkait aktivitas proyek adanya pembangunan perumahan pesona Kahuripan di Desa Situsari, mobil damtruk mengangkut material tanah untuk pengurugan tersebut melintasi jalan kampung cipecang warga terkena dampak debu dan kotor. “Ucapnya
“Proyek tersebut dinilai menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar, khususnya pada akses jalan yang melintasi Kantor Desa Cipeucang.
Menurut Gopur Atmaja, mobilitas kendaraan proyek yang melintas setiap hari menyebabkan kondisi jalan menjadi berdebu dan kotor, debu yang beterbangan tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berdampak pada aktivitas warga dan pelayanan di kantor desa.
“Setiap hari jalan dipenuhi debu akibat kendaraan proyek. Kondisi ini sangat mengganggu, terutama karena jalur tersebut merupakan akses utama menuju kantor desa,” ujar Gopur
“Ia berharap pihak pengembang proyek dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan, seperti melakukan penyiraman jalan secara rutin serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar proyek.
Pemerintah desa juga meminta adanya koordinasi yang lebih baik antara pihak pengembang dengan pemerintah setempat agar aktivitas pembangunan tetap berjalan tanpa merugikan masyarakat. “tutupnya
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola proyek terkait keluhan warga tersebut.
Warga berharap pemerintah dan instansi terkait turun tangan untuk menertibkan dan mengawasi pelaksanaan proyek agar tidak merugikan masyarakat sekitar. (Heri)





Tinggalkan Balasan