Dapur SPPG Diduga Tidak Sesuai SOP di Sukamaju, Jonggol
Jonggol, Bogor // mediasuaraindonesia.id / Dapur SPPG diduga tidak memenuhi standar untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), persoalan mendasar terkait kebersihan, tata kelola dapur, dan standar kesehatan pangan masih ditemukan tidak sesuai SOP, di Dapur Mitra Yayasan Olivia Alaniasi Bagi Pendidikan.
Dilokasi dapur SPPG awak media mendapatkan beberapa temuan, buah pepaya busuk banyak lalat disimpan diruangan dapur, pembuangan air dari Westaple penuhi kotoran aroma bau, ruangan pengap air codition tidak berpungsi dan Ipal tidak terpasang. didapur SPPG Perum. Citra Indah City, Desa Sukamaju, Kecamatan Jonggol, kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (21/5/2026).

Temuan itu didapat saat awak media mendapatkan aduan warga sekitar, menyampaikan keluhannya,” warga mencium bau aroma busuk sampah dan menemukan adanya pembuangan air dan minyak ke jalan, dari area dapur SPPG, sehingga dapat membahayakan pengguna jalan yang melintas serta menimbulkan aroma bau tidak sedap, hal ini pernah diberikan surat teguran oleh pengelola perusahaan Citra Indah City,”Ucap warga.
Ka. SPPG Hana menyampaikan,”saya sudah laporkan terkait kekurangan kami keatasan yaitu pembuatan Ipal, pemasangan instalasi Gas, perbaikan Exhasut, dan fasalitas peralatan yang belum lengkap, namun sampai saat ini belum terealisasi.”jelas Hana
Sementara itu, Staf yayasan Olivia Alaniasi Bagi Pendidikan Cahya mengatakan, “saya disini baru bekerja 2 Minggu, terkait hal ini yang menangani kepala yayasan langsung, Parto, ini sedang kami perbaiki sedikit sedikit pa,”katanya
Adel sebagai Ahli Gizi, menyampaikan, “buah pepaya yang busuk itu hasil sortiran dari pengiriman, kenapa tidak dibuang, karena ini dapat diberdayakan oleh relawan untuk dibawa pulang,”terangnya.

ketua Korwil PWRI Bogor Timur Asilungun Ndraha menyampaikan,” kondisi dapur jauh dari kata higenis, sanitasi yang jauh dari kata ideal untuk program yang telah berjalan setahun, kami berharap dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar segera di evaluasi dan diberhentikan sementara.”tegasnya
Para Mitra, Yayasan dan Kepala SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) harus mengelola fasilitas SPPG sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Hal ini sangat penting agar dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) selalu terjaga kualitasnya, sehingga terhindar dari kemungkinan insiden gizi buruk yang berdampak keracunan. (Tim)



